Polisi Sukabumi Buru Pencuri Uang Desa Talaga

Ilustrasi

POSBOGOR.COM, SUKABUMI –  Polres Sukabumi Kota, memburu pelaku penggembosan ban yang telah mencuri uang milik Desa Talaga, Kabupaten Sukabumi, senilai Rp290 juta yang baru diambil dari Bank Jabar Banten Cabang Sukabumi, Rabu 13 Desember 2017.

“Anggota Polsek Cisaat dan Polres Sukabumi Kota telah melakukan pemeriksaan beberapa saksi, yakni Kades Talaga Aep Sarpulloh dan Bendahara Desa Talaga Nelysa Khaerunnisa,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus melalui sambungan teleponnya, kemaren.

Informasi yang dihimpun, pencurian dengan modus penggembosan ban ini terjadi sekitar pukul 15.30 WIB di halaman bengkel Fanny Jalan Pajajaran, Kampung Gunungguruh Girang, Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

Pencurian itu berawal saat Kepala dan Bendahara Desa Talaga, Kecamatan Caringin, baru saja mengambil uang dari BJB Sukabumi sebesar Rp442 juta dengan membawa mobil Toyota Camri bernomor polisi D 1436 BD.

Setelah korban mengambil uang dari BJB tersebut disimpan dalam tiga tempat, yaitu di tas bendahara sebesar Rp50 juta, di tas kades sebesar Rp102 juta dan dalam kantong kresek warna hitam Rp290 juta.

Tiba-tiba jalan perjalanan terasa ban belakang sebelah kiri kempes lalu oleh korban dibawa ke bengkel Fanny yang jaraknya tidak jauh dari ban terasa kempes. Korban pun masuk ke dalam bengkel dan mengganti ban yang kempes itu dengan ban cadangan.

Selesai diganti dan korban masuk ke dalam kendaraan, ternyata uang yang disimpan dalam kresek warna hitam yang disimpan di jok belakang sudah hilang. Kades dan Bendahara Talaga ini pun langsung panik serta melapor ke pihak Polsek Cisaat.

“Diduga korban sudah dibuntuti oleh pelaku pencurian tersebut dengan cara menggembosi ban mobil. Di saat korban lengah, tersangka langsung merampas uang ratusan juta rupiah tersebut,” tambahnya.

Yusri mengatakan, petugasnya juga tengah memeriksa CCTV yang ada di sekitar tempat kejadian. Di sisi lain, pihaknya mengimbau kepada siapapun nasabahnya yang mengambil uang di bank maupun ATM dalam jumlah besar seharusnya meminta pengawalan dari pihak keamanan atau kepolisian.

Diharapkan dalam waktu dekat pelaku yang diduga lebih satu orang tersebut bisa segera tertangkap.[ANT/SAP]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *