Polsek Pancoranmas Tangkap Pelaku Clurit Pelajar Hingga Tewas

Suasana mencari barang bukti clurit di Kali Tengah Jembatan Serong, Depok

POSBOGOR.COM, DEPOK – Anggota buser Polsek Pancoran Mas membekuk pelajar SMP diduga terlibat tawuran dengan pelajar SMP lain hingga korban meninggal dunia di Jalan Jembatan Serong, Cipayung, Kota Depok, Rabu 13 Desember 2017.

Kapolsek Pancoran Mas Kompol Roni Agus Wowor mengatakan tersangka RA,14 tahun, pelajar kelas 3 SMP Negeri di Depok, ditangkap di kawasan Pancoran Mas sedang nongkrong. Tersangka bersama 20 teman menyerang Alan,13 tahun, pelajar kelas 2 MTS yang saat itu korban, bersama sekitar 11 orang temannya melintas di sekitar Jembatan Serong.

“Kejadiannya spontanitas ketika korban bersama rombongan naik mobil umum usai merayakan ulang tahun sekolahannya. Melintas depan sekolah pelaku sehingga sama temen-temennya yang sudah menunggu terjadi tawuran,”ujar Kapolsek usai mencari barang bukti celurit bersama tiga pilar Muspika Cipayung di Kali Tengah Jembatan Serong.

Kapolsek menuturkan pada saat kejadian korban ditinggal oleh temannya lebih dulu menyelamatkan diri. Sedangkan korban berusaha mencari pertolongan lari ke pertokoan milik warga namun diusir. Sampai akhirnya pelaku membabi buta membacok korban menggunakan celurit.

“Akibat luka sabetan celurit di kepala korban dilarikan ke RSUD Cibinong Bogor, meski sempat dirawat namun nyawanya tidak tertolong meninggal di rumah sakit,”katanya. Berdasarkan pengakuan pelaku ada peran senior dalam kejadian tawuran ini. “Pelaku mengaku disuruh membawa senjata tajam untuk tawuran oleh senior untuk tawuran,”ungkapnya.

Barang bukti yang disita adalah celana seragam biru pelaku masih berlumuran bercak darah korban.

“Untuk senjata tajam yaitu clurit yang dibuang ke dalam kali cabang tengah masih dalam pencarian,”tuturnya.

“Tersangka dikenakan Pasal 351 KUHP dengan ancaman diatas lima tahun penjara.”pungkas Kapolsek.

Sementara itu, Kapolresta Depok AKBP Didik Sugiarto mengapresiasi kinerja anggota Reskrim Polsek Pancoranmas dalam mengungkap pelaku.

Kapolres mengungkapkan lantaran pelaku masih di bawah umur, maka untuk penindakan proses hukum sesuai hukum berlaku. “Karena pelaku masih anak-anak maka penyidik akan menggunakan sistem peradilan anak dalam penanganan kasusnya,”ujarnya .

Kapolres menambahkan dalam sistem peradilan anak dapat dilakukan penahanan selama 7 hari dan dapat diperpanjang selama 8 hari. Sementara itu lanjut AKBP Didik, penyidik juga akan memperkuat bukti formil terkait umur tersangka dengan bukti Akte Kelahiran sehingga kepastian terkait umur dapat didukung oleh bukti formal.[SAP]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *